Perbandingan Sistem Arsitektur Basis Data

Pada dasarnya sistem basis data pada sebuah komputer itu dipengaruhi oleh sistem pada komputer itu gan, khususnya aspek-aspek arsitektur komputer sebagai jaringan, ke-pararelan dan distribusinya :

  • Pada jaringan komputer memungkinkan beberapa task yang dijalankan oleh sistem server dan beberapa dijalankan oleh client. kalo kalian pernah main ke warnet-warnet ya itu lah biasanya menggunakan sistem client-server.
  • Proses pararel yang terjadi dalam sistem komputer memungkinkan aktivitas sistem basis data untuk dinaikkan kecepatannya memungkinkan respon cepat transaksi per detiknya. Permintaan/query dapat diproses pada ke-parerelan komputer itu. Kebutuhan untuk pemrosesan query paralel telah menyebabkan sistem database paralel.
  • Mendistribusikan data dalam sebuah organisasi memungkinkan data itu dikirim ke tempat dimana data itu dibutuhkan, tetapi pada departemen yang lain harus tetap bisa mengaksesnya.  Menyimpan kopian basis data itu dari beberapa situs juga memungkinkan organisasi besar melakukan pekerjaannya bahkan saat sedang terjadi bencana alam seperti kebakaran, banjir, lngsor, gempa bumi. Sistem database terdistribusi di handle secara geografik dan administratif dengan multi-basis data.
    1. Arsitektur teleprocessing.  Sistem Teleprocessing adalah salah satu sistem yang paling tua yang digunakan di arsitektur sistem basis data. Merupakan sistem yang tradisional. Pada sistem ini memperlihatkan satu mainframe (dalam konteks ini satu CPU) dengan banyak terminal. Itu berarti banyak perangakat input-outputseperti keyboard dan monitor dihubungkan langsugn ke CPU. Kelebihan : kita dapat menambah jumlah terminal sesuai keinginan kita tak peduli berapa pun jumlahnya. Kekurangan: Beban yang berat pada sentral CPU. Jika Cpu pusat rusak, maka itu juga akan mempengaruhi semua workstationnnya(semua komputer yang mengakses).   tp
    2. Sistem Client–Server. Sebagai komputer personal sangatlah cepat, lebih kuat dan lebih murah, dan ada jarak dari pusat sistem. Komputer personal menggantikan terminal-terminal yang terhubung langsung ke pusat seperti pada arsitektur teleprocessing. Kita asumsikan komputer personal itu sebagai user-interfacenya dan servernya yang memberikan processnya. Hampir sama dengan teleprocessing tapi tiap workstationnya tidak langsung terhubung ke pusat tapi dengan melalui suatu bus yang saling menghhubungkan workstation. Kelebihan : Di workstation ini biasanya terdapat tools yang digunakan untuk pengolahan database atau yang biasa kita sebut DBMS(Database Management Software). Jadi pada tiap-tiap komputer personal ada tools pengolahan database.  Kekurangan : Ketergantungan yang tinggi, ketika servernya sedang down atau rusak maka operasinya terhenti. Perlunya update dari software atau tools pengolahan basis data, itu berarti perlu biaya untuk menginstalasi kedalam tiap komputer personal. Sistem ini juga dapat menyebabkan kemacetan jaringan karena banyak nya data dari semua komputer client ditampung dulu di satu bus.
      cs
    3. Arsistektur Sistem Server. Sistem server dapat dibagi menjadi dua yaitu :.•Sistem server transaksi, juga biasa kita sebut dengan sistem server query. Menyuguhkan interface client mana yang dapat mengirimkan request untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menerima hasilnya. Biasanya sih, klien mengirimkan transaksi ke sistem server, di mana transaksi tersebut dilaksanakan, dan hasilnya dikirim kembali ke klien yang bertugas menampilkan data. Permintaan dapat ditentukan dengan menggunakan SQL, atau melalui antarmuka program aplikasi khusus.
      Sistem server data, memungkinkan client untuk berinteraksi dengan server dengan cara membaca atau mengupdate data yang diolah. Contoh nih, server file menyediakan interface sistem file dimana client dapat dibuat, diupdate, dibaca, bahkan di hapus. Server data untuk sistem basis data menawarkan banyak fasilitas. Kelebihan : sistem ini sangat support dengan unit data seperti page, tuple, atau object yang lebih kecil dari file. Juga menyediakan fasilitas atau data yang terindeks dan menyediakan juga fasilitas transaksi.  Kekurangan : Laju data dalam sistem ini sangat besar yang dapat menyebabkan kemacetan trafik data. Setiap workstation membutuhkan DBMS, diperlukan banyak biaya. Recovery dan Integrity control susah dilakukan karena sistem ini sangat kompleks.  s fs
    4. Arsitektur three-tier.  Yang terakhir tapi bukan yang paling akhir. Three-tier adalah arsitektur cilent-server dimana terdapat user interface, fungsi proses logis, penyimpanan data dan akses yang dikembangkan dan di perbaiki secara independen. Ini dikembangkan oleh John J. Donovan pada Open Environment Corporation (OEC), sebuah tools perusahaan yang ia temukan di Cambridge, Massachusetts. Model three-tier adalah sebuah arsitektur template software. Salah satu keuntungannya adalah tiap level atau tingkatan dari sistem ini dapat diperbaiki atau diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Contohnya, perubahan sistem operasi pada tinkat presentation tierHanya akan berpengaruh pada kode user interface saja.
      Three-tier architecture has the following three tiers:
      Presentation tier
      Ini adalah tingkat paling atas dari aplikasi. Menampilkan informasi yang terkait dengan layanan seperti browsing barang dagangan, pembelian dan belanja isi keranjang. Ini terhubung dengan client tier dan semua tier yang lain dalam jaringan.(Dalam istilah sederhana itu adalah lapisan yang pengguna dapat mengakses secara langsung seperti halaman web, atau sistem operasi GUI)
      Application tier (business logic, logic tier, data access tier, or middle tier)
      Berasal dari logical tier dan sekarang menjadi tier tersendiri, mengontrol fungis aplikasi dengan melakukan perincian proses.
      Data tier
      Pada lapisan ini terdiri dari server basis data. Disini informasi disimpan dan diambil. Lapisan ini menyimpan dan menjaga data tetap netral dan independen dari aplikasi server. Pemberian data pada lapisan ini juga meningkatkan skala dan performanya. 

       Kelebihan : Mengurangi lalu lintas jaringan. Harga dari hardware mungkin bisa ditekan supaya murah. Menambah konsistensi, maintenace aplikasi terpusat dan dapat dilakukan dengan mudah.  Mudah untuk memodifikasi adatu mengganti  aplikasi tanpa mengganggu lapisan yang lain. Pemetaan alami untuk suatu jaringan. Kekurangan : kita harus membuat kebutuhan lebih akan lalu lintas jaringan. Tools nya relatif lebih kompleks. Update tools yang telat akan mempengaruhi kerjasama dengan organisasi luar. Maintenace sederhana sulit untuk dilakukan, karena sistem mempunyai arsitektur yang sangat kompleks.

    5. tt tt tmp

________________________________________________________________________________

Pemenangnya adalah : arsitektur three-tier

Alasan :

  • Arsitektur ini jika dipandang dari user sangatlah mudah dimengerti. Kita dapat melakukan kustomisasi pada arsitektur ini sesuai keinginan kita. Kita dapat menyambungkannya dengan TP monitor, itu akan membagi basis data sesuai kondisi yang kita inginkan dan meletakkannya ke server basis data yang kita inginkan.
  • Waktu, tempat, dan efisiensi energy merupakan alasan yang tepat untuk menggunakan arsitektur ini. Banyak perusahaan besar menggunakan sistem ini seperti : Microsoft. Melakukan pekerjaan yang banyak dalam waktu singkat dan mengirim serta menerima data yang cepat.
  • Arsitektur yang balik baik saat ini, mungkin memang dibutuhkan biaya lebih, tapi itu sepadan dengan apa yang akan kita dapat kalau kita menggunakan arsitektur ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s